RSIA Budi Kemuliaan menerima pasien BPJS. Untuk pertanyaan lebih lanjut Hub. 021.384-2828 atau Email ke corporate@rsiabudikemuliaan.com

RSIA Budi Kemuliaan berdiri karena terinspirasi dari kekuatan dan tekad seorang wanita pejuang yang visioner, R.A. Kartini perjalanan panjang kami tempuh untuk mengabdi pada kesehatan dan pendidikan wanita.

Budi Kemuliaan menjadi bagian dan saksi perjuangan Bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Pada jaman pendudukan jepang tahun 1942, Rumah Sakit Budi Kemuliaan beralih menjadi milik Jepang. Di jaman revolusi tahun 1945, saat terdengar seruan Perang dari Pemuda Surabaya dibawah pimpinan Bung Tomo (Sutomo), 7 (tujuh) siswa bidan Budi Kemuliaan dengan berani bergabung di garis depan peperangan membantu korban perang. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno  dan Bung Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Rumah sakit dan Sekolah Bidan Budi Kemuliaan beralih kembali ke pangkuan pemerintah Republik Indonesia.

Jalan pengabdian Budi Kemuliaan dirintis dari pendirian perkumpulan yang benama Vereniging Tot Vorming Van Een Studiefonds Voor Opleiding Van Vrouwelijke Inlandseartsen (SOVIA) Pada tanggal 1 September 1912. Perkumpulan ini awalnya didirikan dengan tujuan memberikan beasiswa bagi perempuan bumiputra untuk menjadi dokter. Pendirinya adalah sekelompok wanita Belanda yang mempunyai kedudukan penting dalam masyarakat.

Dari tahun 1912 sampai 1935, perkumpulan berlokasi di Hospitaalweg No. C7, Pejambon, Jakarta Pusat. Rumah Sakit yang didirikan tahun 1917 yang berlokasi ditempat yang sama yang kemudian dipindahkan pada tahun 1935 ke gang Scot No. 25 yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Budi Kemuliaan No. 25 (lokasi Budi Kemuliaan saat ini). Diantara puluhan nama pendiri yang sebagian besar berkewarganegaraan Belanda, tercatat nama orang Indonesia yang menjadi anggota pengurus perkumpulan pada saat itu. Beliau adalah Bupati. Rd. Tumenggung Djayadiningrat.

Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa , Perkumpulan berhasil membangun Rumah Sakit Budi Kemuliaan pada tahun 1917. Rumah Sakit ini kemudian berubah menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) pada tahun 2007. Budi Kemuliaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui Pelayanan Kesehatan Reproduksi dengan tata kelola medik yang baik.

Melampaui usia  100 tahun RSIA Budi Kemuliaan selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien – pasiennya melalui penyiapan dokter, bidan dan tenaga medis yang berpengalaman, metode penanganan yang teruji, serta mempersiapkan berbagai fasilitas tepat guna untuk membantu penanganan kegawat daruratan. RSIA Budi Kemuliaan juga mendapatkan kepercayaan dari Program “EMAS” yang diselenggarakan oleh  pemerintah Amerika Serikat (USAID) sebagai model pengembangan 23 rumah sakit dan 93 Puskesmas di 6 Provinsi di Indonesia. Program ini diarahkan untuk membantu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

 

 

Go to top