Laboratorium Patologi Klinik RSIA Budi Kemuliaan merupakan unit penunjang medis dengan pelayanan 24 jam untuk pelayanan IGD, Rawat Jalan dan rawat inap.

Laboratorium Patologi RSIA Budi Kemuliaan menggunakan sistem mutu yang memenuhi standar laboratorium patologi dan mencakup peralatan yang mengikuti perkembangan teknologi dengan menerapkan prosedur pemeriksaan secara berkala dan melakukan kalibrasi alat/analyzer sesuai dengan standar serta didukung oleh dokter patologi klinik dan paramedis yang berpengalaman di bidangnya.

Pelayanan laboratorium Patologi yaitu :

  1. Hematologi

Hematology analyzer, dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan hematologi lengkap/rutin (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, trombosit, hitung jenis, retikulosit, MCV, MCH, MCHC). Serta dapat digunakan untuk mengetahui adanya kelainan morfologi darah tepi, eritrosit berinti dan kelainan trombosit yang dilihat dari jumlah yang menurun / meningkat serta fungsi agregasinya. Keunggulan lainnya yaitu pemeriksaan IPF (immature platelet fraction) yang berguna untuk membedakan trombositopenia karena kegagalan produksi di sumsum tulang atau trombositopenia karena trombosit yang terpakai disirkulasi.

  1. Koagulasi

Hemostasis analyzer digunakan untuk pemeriksaan fungsi pembekuan darah dan faktor-faktor pembekuan darah. Adapun pemeriksaan yang dikerjakan meliputi masa Prothrombin (PT), Activacted Partial Tromboplastin Time (APTT), fibrinogen, trombotest, trombin time, AT III, D-Dimer. Keunggulan lainnya yaitu pemeriksaan agregasi trombosit yang berguna untuk memonitor bila ada pendarahan atau memonitor pengobatan dengan obat-obatan pengencer darah.

  1. Kimia klinik

Clinical chemistry analyzer adalah alat pemeriksaan kimia klinik yang mencakup pemeriksaan dalam darah, cairan tubuh dan urin. Adapun pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah :

  • Pemeriksaan fungsi hati : protein total, albumin, globulin, bilirubin total,direk/indirek, SGOT, SGPT, GGT,fosfatase alkali, cholinesterase, ammonia, HCO3 (bikarbonat)
  • Pemeriksaan fungsi jantung : CK, CKMB, LDH, myglobin, Troponin T, NT-proBNP
  • Pemeriksaan fungsi pancreas : amylase, lipase
  • Pemeriksaan Lemak : Cholesterol, HDL, LDL, Trigliserida, Lp(a), Apo A-1, Apo B
  • Pemeriksaa fungsi ginjal : ureum, creatinin, asam urat, Cystatin C
  • Pemeriksaan gula darah dan HbA1c
  1. Imunologi dan Serologi

Immunology analyzer digunakan untuk pemeriksaan :

  • Hepatitis marker : Hepatitis B (HBsAg, anti HBS, anti HBc total), Hepatitis A (anti HAV IgM), Hepatitis C (Anti HCV)
  • Tumor marker : AFP, CEA, CA-199, Ca 15-3, CA 125, Total PSA
  • Thryroid : T3 Total, FT3, T4 total, FT4, TSH
  • Torch : Toxoplasma IgG-IgM, Rubella IgG-IgM, CMV IgG-IgM, HSV I-II, anti amoeba IgG-IgM, IgE
  • Hormon : cortisol, LH, FSH, Prolactin, Estradiol, Progesteron, Testosteron
  • Autoimun : ds DNA
  • Pemeriksaan lain yang dilakukan secara manual yaitu : Widal, anti salmonella IgM anti dengue IgG-IgM, anti H.pylori, Dengue NS1 antigen,dengue IgA, CRP, RF, ASTO, VDRL, TPHA, anti TB IgM, Rapid test (anti HIV, anti HCV, HBsAg)
  • Keunggulan lainnya yaitu pemeriksaan CD4, HIV
  1. Urinalisa

Urine chemistry analyzer (Uriscan pro II) meliputi pemeriksaan urin lengkap / rutin, tes kehamilan, dan Drug Abuse (Amphetamin, Metamphetamin, Benzodiazepine, Cocain Opiate).

  1. Analisa Gas Darah dan Elektrolit

Blood gas analyzer ( ABL-800, NOVA medica, Medica Easy Blood Gas) adalah alat yang digunakan untuk menganalisa gas yang ada dalam darah. Pemeriksaan ini berguna untuk memonitor gas pasien yang memiliki masalah gangguan pernafasan. Electrolyte analyzer (Na, K, CL Ca ion) diperlukan untuk pasien yang dehidrasi atau luka bakar.

  1. Analisa Faeces

Pemeriksaan ini adalah standar untuk mendiagnosa infeksi yang disebabkan oleh parasit seperti cacing / telur cacing atau amoeba, bakteri, jamur. Tes ini juga dapat mendeteksi adanya disfungi organ akut , penyakit pencernaan, perdarah dalam usus.pemeriksaan melipui faeces rutin, pencernaan darah samar, rotavirus.

       8. Mikrobiologi

Mencakup pemeriksaan pewarnaan untuk melihat adanya kuman (Pewarnaan Gram, Pewarnaan BTA, Pewarnaan GO), menerima biakan kultur, usapan tinja, urin, darah, sputum, cairan tubuh dan jaringan yang mungkin terinfeksi serta pemeriksaan kepekaan terhadap antibiotik.